ALL ABout INdustrial AUtomation

hanya sebuah coretan tentang elektronika & sistem kontrol

Sistem SCADA

Posted by endro pada Februari 25, 2008

Fasilitas SCADA diperlukan untuk melaksanakan pengusahaan tenaga listrik terutama pengendalian operasi secara realtime. Suatu sistem SCADA terdiri dari sejumlah RTU (Remote Terminal Unit), sebuah Master Station / RCC (Region Control Center), dan jaringan telekomunikasi data antara RTU dan Master Station. RTU dipasang di setiap Gardu Induk atau Pusat Pembangkit yang hendak dipantau. RTU ini bertugas untuk mengetahui setiap kondisi peralatan tegangan tinggi melalui pengumpulan besaran-besaran listrik, status peralatan, dan sinyal alarm yang kemudian diteruskan ke RCC melalui jaringan telekomunikasi data. RTU juga dapat menerima dan melaksanakan perintah untuk merubah status peralatan tegangan tinggi melalui sinyal-sinyal perintah yang dikirim dari RCC.

Dengan sistem SCADA maka Dispatcher dapat mendapatkan data dengan cepat setiap saat (real time) bila diperlukan, disamping itu SCADA dapat dengan cepat memberikan peringatan pada Dispatcher bila terjadi gangguan pada sistem, sehingga gangguan dapat dengan mudah dan cepat diatasi / dinormalkan. Data yang dapat diamati berupa kondisi ON / OFF peralatan transmisi daya, kondisi sistem SCADA sendiri, dan juga kondisi tegangan dan arus pada setiap bagian di komponen transmisi. Setiap kondisi memiliki indikator berbeda, bahkan apabila terdapat indikasi yang tidak valid maka operator akan dapat megetahui dengan mudah.

Fungsi kendali pengawasan mengacu pada operasi peralatan dari jarak jauh, seperti switching circuit breaker, pengiriman sinyal balik untuk menunjukkan atau mengindikasikan kalau operasi yang diinginkan telah berjalan efektif. Sebagai contoh pengawasan dilakukan dengan menggunakan indikasi lampu, jika lampu hijau menyala menunjukkan peralatan yang terbuka (open), sedang lampu merah menunjukkan bahwa peralatan tertutup (close), atau dapat menampilkan kondisi tidak valid yaitu kondisi yang tidak diketahui apakah open atau close. Saat RTU melakukan operasi kendali seperti membuka circuit breaker, perubahan dari lampu merah menjadi hijau pada pusat kendali menunjukkan bahwa operasi berjalan dengan sukses.

Operasi pengawasan disini memakai metode pemindaian (scanning) secara berurutan dari RTU-RTU yang terdapat pada Gardu Induk-Gardu Induk. Sistem ini mampu mengontrol beberapa RTU dengan banyak peralatan pada tiap RTU hanya dengan satu Master Station. Lebih lanjut, sistem ini juga mampu mengirim dari jarak jauh data-data hasil pengukuran oleh RTU ke Master Station, seperti data analog frekuensi, tegangan, daya dan besaran-besaran lain yang dibutuhkan untuk keseluruhan / kekomplitan operasi pengawasan .

Keuntungan sistem SCADA lainnya ialah kemampuan dalam membatasi jumlah data yang ditransfer antar Master Station dan RTU. Hal ini dilakukan melalui prosedur yang dikenal sebagai exception reporting dimana hanya data tertentu yang dikirim pada saat data tersebut mengalami perubahan yang melebihi batas setting, misalnya nilai frekuensi hanya dapat dianggap berubah apabila terjadi perubahan sebesar 0,05 Herzt. Jadi apabila terjadi perubahan yang nilainya sangat kecil maka akan dianggap tidak terjadi perubahan frekuensi. Hal ini adalah untuk mengantisipasi sifat histerisis sistem sehingga nilai frekuensi yang sebenarnya dapat dibaca dengan jelas.

Master Station secara berurutan memindai (scanning) RTU-RTU dengan mengirimkan pesan pendek pada tiap RTU untuk mengetahui jika RTU mempunyai informasi yang perlu dilaporkan. Jika RTU mempunyai sesuatu yang perlu dilaporkan, RTU akan mengirim pesan balik pada Master Station, dan data akan diterima dan dimasukkan ke dalam memori komputer. Jika diperlukan, pesan akan dicetak pada mesin printer di Master Station dan ditampilkan pada layar monitor.

Siklus pindai membutuhkan waktu relatif pendek, sekitar 7 detik (maksimal 10 detik). Siklus pindai yaitu pemindaian seluruh remote terminal dalam sistem. Ketika Master Station memberikan perintah kepada sebuah RTU, maka semua RTU akan menerima perintah itu, akan tetapi hanya RTU yang alamatnya sesuai dengan perintah itulah yang akan menjalankannya. Sistem ini dinamakan dengan sistem polling. Pada pelaksanaannya terdapat waktu tunda untuk mencegah kesalahan yang berkaitan dengan umur data analog.

Selain dengan sistem pemindaian, pertukaran data juga dapat terjadi secara incidental ( segera setelah aksi manuver terjadi ) misalnya terjadi penutupan switch circuit breaker oleh operator gardu induk, maka RTU secara otomatis akan segera mengirimkan status CB di gardu induk tersebut ke Master Station. Dispatcher akan segera mengetahui bahwa CB telah tertutup.

Ketika operasi dilakukan dari Master Station, pertama yang dilakukan adalah memastikan peralatan yang dipilih adalah tepat, kemudian diikuti dengan pemilihan operasi yang akan dilakukan. Operator pada Master Station melakukan tindakan tersebut berdasar pada prosedur yang disebut metode “select before execute (SBXC)“, seperti di bawah ini:

1.) Dispatcher di Master Station memilih RTU.

2.) Dispatcher memilih peralatan yang akan dioperasikan.

3.) Dispatcher mengirim perintah.

4.) Remote Terminal Unit mengetahui peralatan yang hendak dioperasikan.

5.) Remote Terminal Unit melakukan operasi dan mengirim sinyal balik pada Master Station ditunjukkan dengan perubahan warna pada layar VDU dan cetakan pesan pada printer logging.

Prosedur di atas meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan operasi.

Jika terjadi gangguan pada RTU, pesan akan dikirim dari RTU yang mengalami gangguan tadi ke Master Station, dan pemindaian yang normal akan mengalami penundaan yang cukup lama karena Master Station mendahulukan pesan gangguan dan menyalakan alarm agar operator dapat mengambil tindakan yang diperlukan secepatnya. Pada saat yang lain, pada kebanyakan kasus, status semua peralatan pada RTU dapat dimonitor setiap 2 detik, memberikan informasi kondisi sistem yang sedang terjadi pada operator di Pusat Kendali (RCC).

Hampir semua sistem kendali pengawasan modern berbasis pada komputer, yang memungkinkan Master Station terdiri dari komputer digital dengan peralatan masukan keluaran yang dibutuhkan untuk mengirimkan pesan-pesan kendali ke RTU serta menerima informasi balik. Informasi yang diterima akan ditampilkan pada layar VDU dan/atau dicetak pada printer sebagai permanent records. VDU juga dapat menampilkan informasi grafis seperti diagram satu garis. Pada RCC (pusat kendali), seluruh status sistem juga ditampilkan pada Diagram Dinding (mimic board), yang memuat data mengenai aliran daya pada kondisi saat itu dari RTU.

About these ads

27 Tanggapan to “Sistem SCADA”

  1. usnalwandi said

    Bagai mana system kerja scada ke serial port 9 & 25 terimakasih

  2. endro said

    kalau tidak salah begini Mas Usnalwandi, SCADA itu kan suatu sistem kompleks dengan 3 komponen utama (Master Station, Remote Terminal Unit, dan Link Komunikasi). Nah dalam komunikasi antara Master Station (MS) dengan setiap Remote Terminal Unit (RTU) dilakukan melalui media yang bisa berupa fiber optik, PLC (power line carrier), atau melalui radio. dalam hal ini data dikirimkan dengan protokol tertentu (biasanya tergantung vendor SCADA yang dipakai) misalnya Indactic 33, IEC-60870, dll. pengirimannya ada yang secara serial. jadi serial port 9 dan 25 itu cuma konektor dari setiap komponen sistem SCADA.
    Mungkin itu dulu, semoga bisa memberi gambaran.
    Terimakasih. :)CMIIW

  3. dheXjhe said

    wah, bgus ne….sy blg blajar SCADA jg..
    tetap bg2 ilmuya y..
    n kuteran link dgn ku.
    thanx

  4. ahmad said

    mas endro,saya lagi belajar membangun sistem scada,kalau struktur scada secara garis besar gimana?
    apa mirip dengan struktur PLC..terima kasih

  5. ahmad said

    oh iya trus untuk penulisan program di scada gimana??apa seperti PLC,ada software khusus seperti LSS,RS Logic,Intellution,Win CC, atau bahasanya beda?? makasih..

  6. endro said

    beda sekali mas SCADA dengan PLc. SCADA itu sebuah jaringan besar yang lebih menyerupai DCS (distributed control system). kalau PLC kan hanya kontroler dengan fungsi spesifik dan tidak terlalu kompleks. SCADA didesain untuk plant dengan jarak masing-masing komponen cukup jauh. pemrograman SCADA (khususnya di Master Station) memang menggunakan program, yang saya tahu ada Spider – dari ABB.

  7. Hater said

    Somehow i missed the point. Probably lost in translation :) Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Hater

  8. endro said

    :) sorry. btw thanks

  9. Fikri said

    Mas Endro,

    Mau nanya, Apakah scada ini sama dengan sistem monitoring?
    Apakah scada bisa dikembangkan sesuai dengan temuan /improvement? Seperti sistem data akuisisi yang memonitor keadaan dengan tampilan video dan data-data analog.

  10. Tedy said

    kebetulan saya bekerja di bidang SCADA, saya ingin tau aplikasi SCADA diluar jaringan listrik, misal minyak, gas, komunikasi, atau proses produksi…barang kali ada yang bisa membantu

    thx

  11. endro said

    kalau di tempat saya bekerja, SCADA digunakan untuk kontrol dan monitoring proses cleaning di mesin2 atau di jalur proses. jadi mulai dari monitoring kondisi liquid di dalam tanki hingga proses cleaning selesai.

  12. Teguh EP said

    Saya Teguh, salam kenal. Btw, mungkin ga jk dta record dr scada yg ada dkomputer, informasiny dkirim lewat sms? Jk mungkin, caranya gmana ya? Trus bhasa pemrogramany apa? Btw, untuk sistem transmisi gas. Terimakash.

  13. endro said

    Sangat mungkin Mas. Intinya kita mengambil data record dari database kemudian kita kirim melalui SMS. Aplikasi dapat dibuat dengan Java, VB, atau Delphi. Akses ke HP bisa menggunakan AT-Command atau PDU.

    CMIIW

  14. soraya said

    Mas punya usulan nggak kira2 di SCADA nya PLN ada hal yang perlu dievaluasi tidak. aku butuh masukan untuk buat makalah wajib pegawai.thanks before

  15. ryan said

    saya mau tanya,untuk membangun suatu sistem SCADA,
    komponen apa aja yg dibutuhkan di dalam suatu gardu distribusi???
    (selain RTU dan kubikel motorized)
    maaf kalo pertanyaannya terlalu basic,karna saya baru belajar ttg perancangan SCADA.

  16. insinyurkontrol said

    Numpang mas..

    Biasa pegang Schneider ya..
    Boleh lah tukar2 informasinya..

    http://duniakendali.wordpress.com

  17. AAN said

    bisa kirimkan saya tentang peralatan dan modul penunjang yang harus kami miliki untuk pembelajaran otomasi industri lebih spesifik khusus kompetensi-kompetensi yang membahas scada sistem operasional scada ,control loop pada RTU atau ada program simulasi yang dapat mewakili sistem scada.

  18. surniah said

    scada pake mikrokontroler ga?
    thax

  19. endro said

    @insinyurkontrol:

    dulu banyak mainan pake Schneider, tapi cuman kelas micro. kalo sekarang udah hampir 1 tahun gak pegang. dah selingkuh ke Siemens & Omron. hehehe…

    @Surniah:
    SCADA gak pake mikrokontroler. soalnya di sistem scada dibutuhkan kecepatan processing yang tinggi & memori yang cukup besar.

  20. Tedy Rahardiyana said

    Maaf bisa minta tolong di jelaskan tipe topologi jaringan untuk sistem SCADA, apakah secara tipikal konsepnya sama seperti pada jaringan komputer?…

  21. musdafit said

    artikelnya bagus tp menurut ku lbh paham apa bila pakek gambar

  22. Musthafa said

    Terima kasih atas artikelnya. Apa bisa minta dikiriminAplikasi scada pada gardu induk.

  23. Nurdiono said

    mas endro, mau nanya nich!!!
    frekuensi kerja Power Line Carrier itu brapa???
    apakah sudah ada aturan/standard utk mengatur alokasi frekuensi PLC???
    maaf, baru mengenal PLC,
    trima kasih!!!

  24. rudi rswh said

    setelah saya baca situs ini saya senang sekali dan saya kepingin belajar banyak, tetapi saya minta tolonng kepada mas endro saya punya softwere scada wonderware in touch dan plc omron CQM1 tetapi saya ngak bisa mas mengkoneksikan antara keduanya tolonngg mas kirimi saya solusinya.
    dan apakah bisa cabel data dari USB pc ke plc RS-232 dijadikan coneksi keduanya apabila ngak bisa beri saya gambaran untuk koneksinya.beri saya mail mas endro

  25. hero gunawan said

    mas hendro,saya mau tanya kalau sistem scada digunakan untuk ugrade redipanel gak? maaf y mas sblmnya.
    trims

  26. defri maulana said

    mas hendro ap” saja sistem operasional sistem scada
    makasih

  27. Dunia013 said

    Reblogged this on ~dunia013~.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: