ALL ABout INdustrial AUtomation

hanya sebuah coretan tentang elektronika & sistem kontrol

SCADA – Supervisory Control And Data Acquisition

Ditulis oleh endro di/pada Desember 17, 2007

Dalam pengoperasian sistem tenaga listrik, memerlukan banyak informasi mengenai kondisi sistem setiap saat (real time), misalnya kondisi Open atau Close dari Circuit Breaker (pemutus), juga besaran yang harus selalu terukur misalnya tegangan dan arus. Untuk memantau informasi-informasi sistem tenaga listrik, pada mulanya Dispatcher mengambil informasi secara langsung kepada Operator Gardu Induk atau Pusat Pembangkit secara berkala melalui sarana-sarana telekomunikasi seperti radio komunikasi dan telepon untuk mendapatkan informasi mengenai data-data yang sangat penting tersebut.

102344.jpg

Pada operasi sistem tenaga listrik modern semakin banyak GI dan Pusat Tenaga Listrik yang beroperasi, maka cara pengambilan informasi seperti cara di atas sudah tidak memadai lagi. Masalah tersebut di atas yang kemudian mendorong PLN untuk membangun suatu pusat pengontrol (Area Control Center / ACC) yang dilengkapi dengan peralatan komputer yang disebut sistem SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). Pemasangan sistem SCADA di Region III Ungaran tersebut selesai pada tahun 1986 dan mulai beroperasi pada bulan Januari 1987.

Maksud dari SCADA yaitu pengawasan, pengontrolan dan pengumpulan data. Sistem SCADA terdiri dari tiga bagian utama yaitu Master Station (MS), Remote Terminal Unit (RTU) dan Saluran Komunikasi antar Master Station dan RTU. Akuisisi data adalah proses untuk mengumpulkan semua informasi sistem tenaga listrik dari RTU ke Control Center, merubah data-data yang diterima menjadi data-data rekayasa serta menyimpannya sebagai real time database.

Ketepatan dan keakuratan informasi serta kondisi sistem tenaga listrik yang berubah setiap saat (realtime) sangat dibutuhkan dalam pengoperasian sistem tenaga listrik. Informasi tersebut merupakan terjemahan dari tingkah laku sistem tenaga listrik itu sendiri. Sedangkan keberhasilan pengoperasian sistem tenaga listrik tergantung pada kesanggupan Dispatcher untuk mengartikan informasi-informasi tersebut dan melakukan perintah-perintah yang baik dan cepat.

Dengan adanya sistem SCADA ini maka informasi yang didapat selalu “up to date” (sesuai dengan waktunya) selama 24 jam. Setiap perubahan kondisi sistem tenaga listrik langsung dapat diketahui tanpa menunggu laporan dari Operator Gardu Induk atau Pusat Pembangkit. Bahkan Dispatcher mungkin mengetahui lebih dahulu daripada Operator Gardu Induk/Pusat Pembangkit. Hal ini dimungkinkan karena di setiap Gardu Induk/Pusat Pembangkit telah dilengkapi dengan RTU (Remote Terminal Unit) yang menyadap semua informasi yang diperlukan ke RCC Ungaran melalui saluran telekomunikasi.

Selain itu, data-data yang merupakan kondisi sistem dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama dalam suatu database sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dari kinerja secara keseluruhan. Semua data sistem dan aktivitas sistem (meliputi aksi Dispatcher dan operator di GI) akan tersimpan dalam basis data. Data di dalam basis data inilah yang kemudian diolah akan digunakan untuk memperbaiki atau untuk melakukan perencanaan operasi sistem.

20 Tanggapan ke “SCADA – Supervisory Control And Data Acquisition”

  1. widy4nto berkata

    bagus skali blognya mas, bisa jadi ajang belajar saya, terimakasih

  2. endro berkata

    thx. ini saya juga masih belajar kok mas :)

  3. agunk berkata

    mas, numpang nanya. ak lg nyari referensi ttg plc. ak pernah bc artikel ttg seleksi barang berdimensi dg plc. yg mau ak tanyain aplikasi /implementasi dari plc seleksi dimensi barang di dunia industri bagaimana? mhon saran dan info nya. trimakasih. klo sempet,tlg d bls ke email saya. trims

  4. endro berkata

    sudah saya kirim di imel mas. :)

  5. usnalwandi berkata

    Mas sya mau nanya tentang scada control pengendalian system listrik

  6. endro berkata

    mungkin pertanyaannya bisa lebih spesifik lagi. akan saya jawab sebisa saya. :)

  7. adi priyanto berkata

    mas tlg banget q lagi cari masalah sistem proteksi di GI dan transmisi, terus relay – relay proteksi dan cara kerjanya, proteksi buat trafo daya, terus i/o nya rtu atau plc itu dapat apa aja, terus
    cara kerja direct transfer trip tu gimana, n tolong terangin sistem main zone dan check bus zone, cara kerja distance relay, oia hubungan terminal dari rtu ke plc dan hmi itu bagaimana, tlg y mas kirim ke emailq

  8. wisnu rianto berkata

    berguna sekali buat kemajuan pengetahuan kita, thank y..

    saya mau tanya kalo sarana telekomunikasi yang digunakan antara master unit dan remote termina unit pada scada menggunakan apa y? apakah line telepon fix pny telkom ato line nya icon+ atau radio ato apa?

    yang kedua, apakah control center bisa memberikan perintah/eksekusi langsung terhadap gardu tanpa menelpon dan menyuruh operator gardu?

    terimakasih

  9. endro berkata

    Sarana komunikasi yang digunakan antara Master Station (MS) dan Remote Terminal Unit (RTU) ini ada beberapa Mas. 1. PLC (memanfaatkan kabel tranmisi tegangan tinggi). 2. FO (ini media paling bagus, tapi mahal). 3. Radio (kurang reliable terutama jika cuaca tidak bagus).

    yang banyak dipakai adalah PLC, pertimbangannya karena jaringan transmisi tegangan tinggi itu pasti menjangkau semua RTU (bisa GI – gardu induk atau pembangkit), sehingga tidak perlu membangun infrastruktur jaringan SCADA lagi. Sedangkan kalo pake FO, memang akan lebih bagus dan lebih handal, tapi biayanya mahal (ini terkait dengan instalasi jaringan FO di sistem).

    dari Control Room memang dapat memberikan perintah eksekusi langsung terhadap gardu. Tapi biasanya di gardu itu relay / switch yang dikontrol mempunyai 2 mode (controlled dari Control room atau manual dari gardu oleh operator). jadi dispatcher di control room bisa memberikan instruksi langsung jika switch di gardu diset.

    selama ini penggunaan line telepon digunakan oleh dispatcher secara manual untuk memberi perintah ke RTU (biasanya gardu induk). jadi perintah yang dikirimkan berupa instruksi langsung melalui telepon dari control room ke operator di gardu.

    CMIIW

  10. Blog Taharica berkata

    Mas Endro,

    Thanx atas share info-nya. memang semakin meningkatnya kepentingan terhadap ketersediaan pasokan daya listrik menuntut adanya peningkatan stabilitas qualitas transfer energy listrik. Yang paling penting disini ya sudah jelas dan pasti adalah sistem monitoring dan data akuisisi.

    Mas Endro, saya numpang share info juga ya. Sebagai informasi kepada rekan-rekan semua, teknologi akuisisi data masa kini telah melibatkan camera sebagai sensor visual yang dapat membaca dan menyimpan data visual. Keunggulan fiture ini akan sangat membantu para pemantau untuk memastikan kondisi setempat yang datanya sedang dimonitor disaat-saat yang penting. contoh sederhananya, signal tegangan mengindikasikan adanya noise yang tidak wajar pada breker utama. dengan melihat tampilan visual, diketahui bahwa pada breaker tersebut terjadi loncatan api, dan suhu meningkat. ini terpantau karena data dari IR camera diterima secara sinkrone dengan sinyal analognya.

    Kemudian, adanya fiture2 analisis seperti FFT, P, Q, PF dan THD semakin mempermudah monitoring. Selain itu tampilannya menjadi semakin fleksibel, tiap signal dapat dilihat melalui berbagai ragam jenis tampilan (recorder, scope atau vector scope).

    Setelah itu, fiture analisis dikembangkan lagi dengan special analyser methode, yaitu user dapat menambahkan sendiri formula matematis terhadap tiap-tiap signal (mulai dari penjumlahan dan perkalian hingga integrasi, differensiasi dan statistik) kemudian menampilkan hasilnya secara online bersamaan pada saat capturing data.

    perkembangan berikutnya adalah, memanfaatkan clocking via satelite (GPS) sebagai sarana sinkronisasi jarak jauh. misalnya membandingkan antar beberapa lokasi yang menerima transfer energi dari pusat. anggap saja Jakarta (tj priok) sebagai pusat pengirim energy listrik, sementara Semarang dan surabaya sebagai titik terima dan distribusi. monitoring daya listrik di tempat yang berbeda tersebut dapat dibandingnkan secara langsung karena data tersebut diperoleh pada saat yang bersamaan (tanpa jeda). manfaatnya adalah, berapa lama masa transfer energi dapat diketahui, apabila terjadi loss energi Manfaatnya adalah, berapa lama masa transfer energi dapat diketahui, apabila terjadi loss energi berapa nilai loss nya dan apa penyebabnya dapat secara real diketahui.

    Data acquisisi semacam itu yang sedang dikembangkan saat ini merupakan suatu teknologi persembahan dari sebuah negara kecil di Austria tepatnya di kota Graz. bagi rekan2 yang ingin mengikuti perkembangannya, silakan membaca postingan di blog taharica.
    Dan kalau ingin lebih dalam lagi, kami memiliki sales support untuk mempresentasikan dan mendemonstrasikan sistem nya.

    Kebetulan sekali, Akhir juni ini tepatnya tanggal 26 Juni, kami kedatangan prinsipal dalam seminar teknik pengukuran “fundamental of force & torque measurements” di Menara Peninsula Hotel – Jakarta. Disana diterangkan juga dan demo produk data akuisisi ini. Mungkin bagi-teman-teman yang berkompeten dapat juga mengikutinya dengan mengisi formulir registrasi di blog taharica.

    Ini beberapa link terkait data akuisisi dewetron:
    http://blog.taharica.co.id/archives/inilah-data-akuisisi-solusi-semua-pengukuran/
    http://blog.taharica.co.id/archives/power-test/

    Demikian dari kami, terima kasih atas sharingnya.

    Blog Taharica
    http://blog.taharica.co.id

  11. Hendi wahyono berkata

    Jika kita ingin menstandarkan Master station untuk SCADA, apa saja yang perlu dicantumkan dalam standar tersebut. Terimakasih

  12. [...] Keterangan yang cukup jelas mengenai sistem SCADA dapat melihat di sini. [...]

  13. endro berkata

    selama ini sudah dikenal beberapa standar untuk sistem komunikasi kontrol baik DCS ataupun SCADA, misalnya IEC dsb. jadi semua keterangan yang diperlukan bisa bapak baca di standar tsb

  14. rania berkata

    mas aq nanya,cari referensi ttg scada yang lengkap dimana ya?rencananya bwt TA-qu.

  15. edwin selda berkata

    lam kenal dri newbie..

  16. ryan berkata

    saya mau tanya,untuk membangun suatu sistem SCADA,
    komponen apa aja yg dibutuhkan di dalam suatu gardu distribusi???
    (selain RTU dan kubikel motorized)
    maaf kalo pertanyaannya terlalu basic,karna saya baru belajar ttg perancangan SCADA.

  17. Bantuin TS nya

    @Ryan,

    setetlah punya RTU dan Kubikel yang sudah support motorized, diperlukan 1 Master SCADA terserah mao pake apa bebas tergantung kemauan.. :D

    untuk media komunikasi juga bebas boleh depend Frekwensi/Radio, Wire (FO/LAN/Modbus-RS485), boleh Via komunikasi Jala2 (Power Line Carrier) boleh juga pake VSAT.

    SCADA Power Distribution mengharuskan 1 protocol yaitu DNP3 dalam komunikasi data Master Station dan RTU, ini diperlukan untuk Gather Time Stamping.

    dems

  18. endro berkata

    siip..

  19. Ryan berkata

    makasih mas aidem… :-D

    oia,,mo nanya lagi neeh..hehehe
    maklum nubie:)

    klo mo ngbandingin dari segi biaya perancangan n maintenance khusus bagian media telekomunikasinya aja antara fiber optic n radio dalam jarak kurang dari 10KM tuh bagusnya yg mana y?

    oia,,klo mo tau bahan2 media telekomunikasinya scada tuh nyarinya dimana y??coz dah nyari dapetnya rata2 yg cable twisted pair..artikel ttg fiber optic jrg nemu..
    sama 1 lagi neeh,,klo standar perancangan radio/fiber opticnya tuh ada ga siy?

    makasih banyak ya..
    maaf udah bnyk tanya..
    :D

  20. firmansyah berkata

    hmmmmmmm, bagus blognya mas.

    kalo mau belajar lebih jauh tentang scada ada ga ya????

    mohon informasinya, makasih…. ;)

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>